Prodi PPKn FKIP UM Bima Resmi Diluncurkan Lewat Simposium Kebangsaan Maja Labo Dahu

Iklan Semua Halaman

Prodi PPKn FKIP UM Bima Resmi Diluncurkan Lewat Simposium Kebangsaan Maja Labo Dahu

Rabu, 23 September 2026


Habaingendai.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) secara resmi melaunching Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang dirangkaikan dengan Simposium Kebangsaan bertema _"Maja Labo Dahu: Menguatkan Pancasila dan Demokrasi untuk Indonesia Emas 2045".


Acara akbar ini diselenggarakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 09.00 WITA - Selesai, bertempat di Auditorium H. M. Thayeb Abdullah, Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bima*.


Simposium ini menghadirkan tokoh-tokoh lintas sektor yang merepresentasikan pilar kebangsaan, pendidikan, kebudayaan, dan pertahanan negara:


1. Keynote Speech: H. Ilyas Sarbini, S.H., M.H. (Rektor UM Bima)

2. Opening Speech: Dr. Ihlas, S.Pd.I., M.Pd., S.H. (Dekan FKIP UM Bima)

3. Narasumber 1:Ida Faridah, S.Pd (Ketua IGI Kab. Dompu / MGMP PPKn)

4. Narasumber 2: N. Marewo (Budayawan Bima)

5. Narasumber 3: Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan S Kom., M. Sc. (Dandim 1608 Bima)

6. Narasumber 4: Fahmi Hatib, S.Pd., M.Pd. (Kepala Cabang Dinas Dikpora Wilayah VI NTB Kota Bima dan Kab. Bima)

7. Host: Taufiqurrahman, M.Pd (Kaprodi PPKn FKIP UM Bima)


Dalam Keynote Speech-nya, Rektor UM Bima H. Ilyas Sarbini menegaskan bahwa kehadiran Prodi PPKn di UM Bima adalah jawaban atas tantangan krisis nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Filosofi lokal Maja Labo Dahu" (Malu dan Takut) yang menjadi kearifan lokal masyarakat Bima-Dompu diangkat sebagai jangkar moral untuk memperkuat implementasi Pancasila.


"Falsafah Maja Labo Dahu sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Rasa malu berbuat yang tidak baik dan takut melanggar norma adalah benteng demokrasi yang beretika. Inilah yang akan menjadi ciri khas Prodi PPKn UM Bima," tegasnya.



Sementara itu, Budayawan Bima N. Marewo menekankan pentingnya mengkontekstualisasikan Pancasila dalam budaya lokal Bima. Dari sisi pertahanan negara, Dandim 1608 Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan mengingatkan pentingnya ketahanan ideologi di tengah ancaman disintegrasi dan hoaks.


Dekan FKIP UM Bima, Dr. Ihlas, dalam Opening Speech menyampaikan bahwa launching Prodi PPKn ini merupakan komitmen FKIP untuk mendukung program Diktisaintek Berdampak dan visi Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur menuju Indonesia Emas 2045.



Acara ini diharapkan menjadi momentum untuk mencetak guru-guru PPKn yang tidak hanya paham konstitusi, tetapi juga berakar kuat pada budaya Maja Labo Dahu, Unggul, Humanis, dan Religius. (01)