Jalan Lambitu Bima Rusak Parah Bertahun-tahun, Warga Galang Dana Swadaya Rp 18 Juta Lebih

Iklan Semua Halaman

Jalan Lambitu Bima Rusak Parah Bertahun-tahun, Warga Galang Dana Swadaya Rp 18 Juta Lebih

Minggu, 27 September 2026
Foto : Nurjannah (Doc.Facebook) masyarakat desa Teta gotong Royong memperbaiki jalan 


Habaingendai.com - Kerusakan jalan penghubung di Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, kian parah dan dikeluhkan warga. Di tengah minimnya perhatian, warga Dusun Teta Desa Teta,  memilih bergerak secara swadaya dengan menggalang donasi untuk perbaikan darurat. (27/10/2026).


Berdasarkan data laporan donasi yang diterima redaksi per Minggu, 27 April 2026 sore, total dana yang berhasil dihimpun warga mencapai Rp 3.070.000*. Dana tersebut berasal dari sumbangsih keluarga, guru, hingga anggota DPRD Provinsi NTB.


Nurjannah dalam account Facebook nya selaku inisiator swadaya warga Teta melalui  kanal Facebooknya menyebutkan, penggalangan dana ini dilakukan secara terbuka dan transparan.


"Perlu diketahui bersama warga Teta, donasi terbaru sore ini ada sumbangsih langsung dari saudara keluarga kami. Laporan ini terbuka untuk umum, mohon dipantau bersama. Salam kebersamaan," ungkap Nurjannah perwakilan warga dalam laporan tertulisnya.



Kondisi jalan Lambitu sendiri dilaporkan rusak parah, berlubang besar, licin dan becek saat hujan. Akses tersebut merupakan jalur vital ekonomi warga untuk mengangkut hasil pertanian, serta akses anak sekolah dan layanan kesehatan.


Warga menilai, kerusakan yang sudah berlangsung lama tersebut sangat menghambat aktivitas dan membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.


Melalui aksi swadaya ini, warga berharap pemerintah Kabupaten Bima dan Pemerintah Provinsi NTB dapat segera turun tangan melakukan perbaikan permanen.


"Kami swadaya karena sudah tidak tahan. Ini jalan kami satu-satunya. Semoga pemerintah melihat semangat warga ini dan segera memberikan perhatian serius untuk infrastruktur di Lambitu," tambah Nurjannah.


Hingga berita ini diterbitkan, upaya penggalangan dana masih terus dibuka oleh warga. Seluruh laporan keuangan akan di-update secara berkala sebagai bentuk transparansi publik (02).