Habaingendai.com - Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Muhammadiyah Bima secara resmi menyelenggarakan agenda pembekalan magang bagi 210 Mahasiswa tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini dirancang untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan teknis dan mental sebelum terjun ke berbagai perusahaan teknologi, industri manufaktur, hingga instansi pemerintah.
Pelepasan 210 mahasiswa ini mencakup berbagai program studi unggulan, seperti program studi Teknik Sipil, dan Ilmu Komputer, di bawah naungan FTIK UM Bima.
Fokus pada Skill Teknis dan Etika Profesional
Dalam sesi pembekalan, para pakar dan akademisi menekankan bahwa dunia industri menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis (hard skills). Beberapa poin utama yang ditekankan antara lain
Adaptasi Teknologi Terkini yang meliputi Penggunaan perangkat lunak dan sistem terbaru yang relevan dengan kebutuhan pasar industri saat ini.
Problem Solving: Kemampuan menganalisis masalah di lapangan dan memberikan solusi berbasis rekayasa (engineering) serta komputasi
Budaya Kerja K3 & Profesionalisme: Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi mahasiswa teknik serta etika komunikasi di lingkungan korporasi.
Distribusi Mahasiswa ke Sektor Strategis
Ke-210 mahasiswa FTIK ini akan ditempatkan pada berbagai sektor strategis, di antaranya Sektor Konstruksi & Infrastruktur: Melibatkan proyek-proyek pembangunan fisik, Sektor Teknologi Informasi: Penempatan di perusahaan pengembang perangkat lunak (software house) dan departemen , Instansi Pemerintah & BUMN: Penguatan sistem informasi dan manajemen teknis pada lembaga negara.
Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Bima Dr.Syarifuddin,M.Pd menyatakan
"Kami mengirimkan 210 talenta terbaik FTIK untuk menjadi solusi bagi tantangan digital dan infrastruktur. Magang adalah kesempatan bagi mereka untuk membuktikan bahwa mahasiswa UM Bima mampu bersaing di kancah nasional," tegas Dekan FTIK dalam sambutannya.
Melalui program ini, FTIK UM Bima berharap mahasiswa memiliki pengalaman nyata yang dapat dikonversi menjadi peluang kerja sebelum mereka resmi menyandang gelar sarjana. (02).
Komentar